The Latest

Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Bekal Sekolah Sehat Untuk Anak
Sandwich dan makanan wrap (burrito, kebab, dll) kini sedang jadi favorit para mama untuk mengisi bekal makan siang anak karena praktis disiapkan. Tapi, mana yang lebih sehat di antara keduanya? Meski sama-sama merupakan kumpulan sayuran dan protein hewani di antara tumpukan karbohidrat, para ahli mengatakan bahwa seporsi wrap seringkali mengandung lebih banyak bahan makanan olahan dan tinggi kalori dibandingkan sandwich.

Menurut Carrie Jennis, ahli diet dan kesehatan bersertifi kasi di New York City, rata-rata wrap mengandung 210 kalori. Kandungan kalori itu bisa melonjak menjadi 400 kalori, bila wrap diisi dengan salad tuna atau salad plus potongan ayam goreng. Bandingkan dengan setangkup sandwich berisi lengkap yang hanya mengandung sekitar 240 kalori. Hal itu karena ukuran. wrap yang dijual di pasaran cenderung lebih besar ketimbang sandwich. Semakin besar lembaran wrap, akan semakin banyak pula isiannya, dan kalori pun akan semakin bertambah.

Namun perlu Mama ingat juga, sandwich yang sehat adalah yang terbuat dari setangkup roti gandum. Kenapa? Karena anak bisa sekaligus mendapatkan asupan serat, mineral, serta nutrisi dari gandum yang tak ditemukan dalam lembaran wrap.
Sayur dan buah  sarat nutrisi amat baik bagi kesehatan. Namun menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua yang ingin menyajikannya bagi buah hati.
7 Tips Agar Anak Terbiasa Makan Sayur dan Buah

Sebagian orang tua merasa sangat sulit membuat anak makan sayur. Bila sayur sudah menjadi salah satu musuh anak, jangan putus asa. Ada beberapa ide inovatif agar anak makan sayur. Ini dia tujuh diantaranya, 
1. Makan bersama mereka.
Terdengar sederhana namun sangat manjur. Bila Anak sering melihat orang tuanya makan dengan sayuran dan makanan sehat lainnya, hal itu akan menjadi contoh yang baik buat mereka. Dan biasanya mereka akan mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya.
Bisa jadi, dalam hitungan detik tangan balita mungil Anda akan segera meraih piring dan ikut menikmati sayuran.
2. Sembunyikan sayur dalam makanan lain
Modifikasi beberapa makanan favorit buah hati dengan mencampurnya dengan berbagai sayur, misalnya dijadikan bala-bala (bakwan), atau dijadikan makanan lainnya yang mana buah hati Anda menyukainya, Atau buatlah brownies kesukaannya dengan campuran bayam. Semakin kreatif membuat makanan yang mengandung sayuran dan buah, kebutuhan nutrisi anak akan terpenuhi.
3. Lembutkan sayuran
Meski manfaatnya bagi kesehatan sangat penting, sulit memaksa balita dan anak makan sawi atau kangkung. Bila demikian, cobalah lembutkan sayuran dan campurkan dengan makan mereka seperti kue, bubur atau agar-agar agar anak mau mencobanya.
4. Berikan nama lucu bagi sayuran
Anak akan sulit menyentuh makanan bila diberitahu kacang hijau. Coba ganti wortel dengan sebutan wortel sinar -X atau kacang hijau ganti dengan nama telur dinosaurus misalnya, agar menarik perhatiannya. Boleh juga berikan nama sayuran sesuai nama idola mereka.
5. Taburi dengan keju
Jika anak menyukai keju, pakai strategi ini agar mereka makan sayuran. Sembunyikan bayam dalam lasagna dan brokoli dalam burger keju.
6. Tunggu sampai mereka lapar
Agar anak dapat menikmati sayuran, buatlah sayuran menjadi makanan pembuka, bukan penutup saat anak lapar. Anak akan lebih mudah mencoba makanan dari sayuran saat lapar daripada ketika perut mereka penuh.
7. Sajikan sebagai cemilan
Siapa anak yang tak suka mengemil? Ide ini lebih baik daripada memberi anak sayuran saat waktu makan.
Saat belajar berjalan atau asyik bermain, sediakan semangkuk kecil potongan wortel dan apel, buah atau sayur lain. Kerap tanpa disadari buah hati Anda telah memasukkan  buah dan sayuran penting tanpa diperintah saat waktunya makan besar.

Anak tidak mau makanMenjelang usia 2 tahun, anak memang semakin banyak bergerak dan beraktivitas, karena kemampuan motoriknya meningkat. Untuk mengimbangi seluruh kegiatan itu, ia perlu asupan makanan sehat dan bergizi. Pantaslah bila Anda khawatir karena ia hanya mau minum susu. Tenang, Ma, ikuti saja saran berikut ini:
  • Bersabarlah, dengan tetap memberi ia aneka jenis makanan sehat. Perlihatkan betapa enak makanan itu, ketika Anda mengonsumsinya. Lama-lama, ia akan tertarik dan ikut mencicipi.
  • Berikan susu sesudah makan, bukan sebaliknya. Kalau ia sudah kenyang oleh susu, selera makannya akan berkurang.
  • Perbanyak memberi ia olahan makanan yang mengandung susu, agar ia merasa lebih familier dengan citarasa makanan yang ia lahap. Sereal dengan susu sebagai sarapan, puding susu plus vla susu vanila dengan toping aneka buah sebagai camilan, serta berbagai hidangan dari susu, akan membuat anak lebih semangat menerima makanan yang Anda sajikan.
  • Tentu saja, Anda perlu melatih ia melahap aneka jenis makanan baru itu dalam suasana menyenangkan. Ciptakan suasana ceria saat makan, agar ia benar-benar menikmati makanannya.

suka susu, minum susu terus